Sabtu, 03 Maret 2012

PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI PENGARUH NEGATIF DARI ERA GLOBALISASI DI SDN 011 DESA BELARAS KECAMATAN MANDAH


PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  DALAM MENGHADAPI PENGARUH NEGATIF DARI ERA GLOBALISASI DI SDN  011 DESA BELARAS KECAMATAN MANDAH

A.     Latar Belakang Masalah
Dewasa ini dunia sedang mengalami proses yang sering disebut orang dengan istilah globalisasi, proses mendunia akibat kemajuan-kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang telekomunikasidan informasi (information technology).  Globalisasi mengakibatkan orang tidak lagi memandang dirinya sebagai hanya warga suatu negara, melainkan juga sebagai warga masyarakat dunia. Gejala yang acapkali disebut arusglobalisa si, diringi dengan program-program mendunia dengan menampilkan beberapa ciri kebebasan, seperti kebebasan berdagang, kebebasan bergaul, dan lain sebagainya. Sebenarnya globalisasi berarti pula suatu tindakan atau proses menjadikan sesuatu mendunia (universal), baik dalam lingkup maupun aplikasinya.
Pada era globalisasi telah terjadi perubahan perubahan cepat. Dunia menjadi transparan, terasa sempit, hubungan menjadi sangat mudah dan dekat, jarak waktu seakan tidak terasa dan seakan pula tanpa batas.  Hubungan komunikasi, informasi, transportasi menjadikan satu sama lain menjadi dekat, sebagai akibat dari revolusi industri, hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan internet, informasi elektronik dan digital, ditemui dalam kenyataan sering terlepas dari sistim nilai dan budaya. Perkembangan ini sangat cepat terkesan oleh generasi muda yang cenderung cepat dipengaruhi oleh elemen-elemen baru yang merangsang. Suka atau tidak bila tidak disikapi dengan kearifan dan kesadaran pembentengan umat, pasti akan menampilkan benturan-benturan psikologis dan sosiologis. Sehubungan dengan itu, perlu dicari strategi yang efektif dalam memecahkan persoalan tersebut melalui berbagai cara dalam menghadapi Tantangan Globalisasi Dengan Sebuah Nilai Penanaman Iman.
Pada era kemajuan Iptek ini, perubahan global semakin cepat terjadi dengan adanya kemajuan-kemajuan dari negara maju dibidang teknologi inforamsi dan komunikasi. Kemajuan Iptek ini mendorong semakin majunya proses globalisasi. Teknologi komputer misalnya membanjiri setiap negara, bangsa dan budaya bahkan sudah masuk kedesa-desa. [1]
Menurut hasil forum Carnegie tentang pendidikan dan ekonomi ( Aend et al. 2001), di abad informasi ini terdapat sejumlah kemampuan yang harus di miliki oleh guru dalam pembelajaran. Kemampuan-kemampuan tersebut, adalah memmiliki pemahaman yang baik tentang kerja baik fisik maupun social, memiliki rasa dan kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data, memiliki kemampuan membantu pemahanan siswa, memiliki kemampuan mempercepat kreativitas sejati siswa, dan memiliki kemanpuan kerje sama dengan orang lain.
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal dan non formal, dan informal di sekolah, dan di luar sekolah, yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu, agar dikemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat. Kebutuhan akan pendidikan merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri, bahkan semua itu merupakan hak semua warga Negara, Berkenaan dengan ini, di dalam UUD'45 Pasal 31 ayat (1) secara tegas disebutkan bahwa; "Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran". Tujuan pendidikan nasional dinyatakan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam perkembangannya istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan secara sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar anak didik menjadi dewasa, dalam perkembangan selanjutnya, pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. Dengan demikian pendidikan berarti, segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembanagan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.
Dalam perkembangan proses kedewasaan tersebut, tidak semua tugas pendidikan dapat dilakukan oleh orang tua dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ilmu pengetahuan yang lainnya. Oleh karena itu orang tua mengirim anak-anaknya ke sekolah untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan. Dapat kita mengerti betapa pentingnya proses mendidik anak dalam lingkungan. Proses pendidikan itu dapat tercapai apabila tercipta harmonisasi antara orang tua dengan guru sebagai pendidik di sekolah.
Guru merupakan salah satu ujung tombak yang menjadi tumpuan, harapan, dan andalan masyarakat bangsa, Guru merupakan keberhasilan masyarakat bangsa dan negara secara keseluruhan, begitu juga sebaliknya kegagalan guru adalah kegagalan   semua. Hal ini membuktikan bahwa kunci keberhasilan pendidikan  berada ditangan Guru itu sendiri.[2]
Temuan Iptek ini telah memberikan hasil yang membawa kemajuan, dan dampaknya terasa bagi pendidikan di SDN 011 desa belaras Kec. Mandah. Semua hasil temuan Iptek disatu sisi harus diakui telah secara nyata mempengaruhi bahkan memperbaiki perkembangan pola pikir anak didik, misalnya kita semakin mudah memperoleh informasi dari luar yang cepat membantu kita menemukan arternatif-artenatif baru dalam usaha memecahkan masalah yang kita hadapi. Misalnya, melalui internet kini kita dapat mencari informasi dari seluruh dunia tanpa harus banyak mengeluarkan dana seperti dulu.
Disinilah letak peranan Pendidikan dan dalam mengatisipasi perkembanagn kemajuan Iptek yang berpengaruh negatif. Dalam arti mampukah guru menegakkan landasan Akhlak Al-Karimah yang menjadi tiang utama ajaran agama, Menurut Islam pendidikan akhlak adalah faktor penting dalam membina suatu umat membangun suatu bangsa. Kita bisa melihat bahwa bangsa Indonesia yang mengalami multi krisis juga disebabkan kurangnya pemahaman akhlak. Secara umum pembinaan pemahaman akhlak remaja sangat memprihatinkan. tatkala dominasi temuan Iptek sudah demikian hebat dan menguasai segala perbuatan dan pikiran umat manusia.
Apalagi alat-alat canggih teknologi informasi dan komunikasi ini sudah masuk kedesa-desa salah satunya SDN 011 Desa belaras. Melalui HP orang sudah dapat mengakses internet, facebook dan lain-lain apakah dengan ditemukannya barang-barang serba canggih tersebut akan berdampak negatif bagi anak didik dan bagaimana guru menyikapinya. Karna itu masalah yang perlu segera mendapatkan jawaban, terutama dari para guru adalah “Mampukah” kegiatan Pendidikan itu berdialok dan berinteraksi dengan perkembangan-perkembangan modren yang ditandai dengan kemajuan Iptek dan informasi, dan mampukah Guru mengatasi dampak negatif dari kemajuan zaman tersebut ?
Dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut diatas maka penulis ingin mengetahui lebih jauh mengenai peranan Guru Agama islam (PAI) dalam menghadapi era, “globalisasi” dengan ini penulis mengangkat Judul “PERANAN GURU  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI PENGARUH NEGATIF DARI ERA GLOBALISASI DI SDN 011 DESA BELARAS KECAMATAN MANDAH, dengan gejala-gejala sebagai berikut :
1.      Berbagai kemajuan  IPTEK telah memberikan hasil yang positif dan juga akan membawa pengaruh yang negatif bagi pola pikir anak didik.
2.      Anak didik semakin malas belajar, karna sudah terpengaruh oleh alat-alat teknologi seperti handpone.
3.      Anak didik sudah pandai mengakses internet sendiri dan menggunakan HP.sehingga sangat mudah terpengaruh dengan hal yang berbaur negatif seperti melihat poto-poto porno, vidio porno dan lain sebagai nya.
B.    Alasan Memilih Judul
Penulis mengangkat judul ini dengan alasan sebagai berikut :
  1. Karna judul Pranan Guru PAI dalam Menghadapi pengaruh negatif dari  Era Globalisasi ini sangat menarik untuk diteliti.
  2. Dari segi waktu, tenaga, dan pemikiran penulis mampu untuk meneliti.
  3. Sebagai calon guru tentunya perlu untuk mengetahui bagaimana pengaruh negatif  dan dampaknya pada era globalisasi pada saat sekarang ini.
  4. untuk memenuhi tugas mata kulia metodologi penelitian.
C.    Penegasan Istilah
Untuk menghindari dari kesalah pahaman dan pengertian dari judul yang penulis teliti ini, maka perlu penulis jelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul ini yaitu :
  1. Peranan, yaitu atau keikutsertaan guru dalam membimbing mengajar dan mendidik.
  2. Guru, yaitu jabatan atau profesi yang memerlukan keahlain khusus.
  3. Pengaruh,yaitu dampak/akibat
  4. Era, yaitu zaman / masa
  5. Globalisasi, yaitu suatu proses yang mendunia akibat kemajuan-kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.[3]
D.    Permasalahan
1.      Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1.      bagaimana peranan seorang guru agama islam dalam mempilter arus negatif dari era globalisasi?
2.      Apa saja dilakukan  guru  PAI dalam menghadapi  pengaruh negatif dari era gelobalisasi?
3.      langkah apa saja yang di ambil seorang guru dalam menghadapi arus globalisasi yang berdampak negatif terhadap anak didik?
2.      Batasan Masalah
Agar penelitian menjadi terarah, penulis membatasi permasalahan ini mengenai Peranan Guru PAI Dalam Menghadapi pengaruh negatif dari  Era Globalisasi di SD Negeri 011 Desa Belaras Kec. Mandah.
2.      Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut :
a.      Apa saja Peranan Guru PAI Dalam Menghadapi pengaruh negatif dari Era Globalisasi di SD Negeri 011 Desa Belaras Kec. Mandah?
b.      Langkah-langkah apa saja yang dilakukan guru  dalam mengatisipasi perkembangan kemajuan Iptek terhadap pola pikir anak didik di SD Negeri 011 Desa Belaras Kec. Mandah?
E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian.
1.      Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.      Untuk mengetahui apa saja peranan guru dalam menghadapi pengaruh negatif dari era globalisasi  di  SD Negeri 011 Desa Belaras Kec. Mandah.
b.      Untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan Guru dalam mengatisipasi perkembangan kemajuan Iptek terhadap pola pikir anak didik di  SD Negeri 011 Desa Belaras Kec. Mandah.
2.      Mamfaat  Penelitian
Adapun Mamfaat penulis melakukan penelitian ini adalah :
a.      Untuk melengkapi tugas metodologi penelitian  difakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (STAI) Auliaurrasyidin.
b.      Sebagai masukan kepada calon guru untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dan dampaknya pada pengaruh negatif dari era globalisasi terhadap pola pikir anak didik.
F.     Kerangka Teoritis
  1. Perubahan dan Dampak Arus Globalisasi
Globalisasi membawa banyak tantangan baik itu menyangkut bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, bahkan menyangkut semua aspek kehidupan manusia. Globalisasi ini membawa dampak positif dan negatif bagi kepentingan bangsa dan ummat kita.
Dampak positif, misalnya, makin mudahnya kita memperoleh informasi dari luar sehingga dapat membantu kita menemukan alternatif-alternatif baru dalam usaha memecahkan masalah yang kita hadapi.  Misalnya, melalui internet kini kita dapat mencari informasi dari seluruh dunia tanpa harus mengeluarkan banyak dana seperti dulu.  Demikian pula, dalam hal tenaga kerja, dana, maupun barang.  Di bidang ekonomi, perdagangan bebas antar negara berarti makin terbukanya pasar dunia bagi produk-produk kita, baik yang berupa barang atau jasa (tenaga kerja).
Dampak negatifnya adalah masuknya informasi-informasi yang tidak kita perlukan atau bahkan merusak tatanan nilai yang selama ini kita anut.  Misalnya, gambar-gambar atau video porno yang masuk lewat jaringan internet, majalah, atau CD porno, yang merusak citra generasi penerus bangsa khususnya anak didik.
Dalam kaitannya dengan ummat  Islam Indonesia, dampak negatif yang paling nyata adalah perbenturan nilai-nilai asing, yang masuk lewat berbagai cara, dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh sebagian besar bangsa kita.  Mengingat agama Islam adalah agama yang berdasarkan hukum (syari’ah), maka perbenturan nilai itu akan amat terasa di bidang syari’ah ini.  Globalisasi informasi telah membuat ummat kita mengetahui praktek hukum (terutama hukum keluarga) di negeri lain, terutama di negeri maju, yang sebagian sama dan sebagian lagi berbeda dari hukum Islam.  Keberhasilan negara maju yang sekuler dalam bidang ekonomi telah membuat segala yang berasal dari negara tersebut tampak baik dan hal ini dapat menimbulkan keraguan atas praktek yang selama ini kita anut.  Contoh hukum Islam yang berbeda dari hukum sekuler di negeri maju antara lain: hukum waris, kedudukan wanita dan pria dalam perkawinan, kedudukan anak pungut/anak angkat dalam keluarga, hak asasi anak, hak asasi manusia, hukum rajam, hukum potong tangan, definisi zina, perkawinan campur,  Kemajuan teknologi di bidang rekayasa genetik (cloning), misalnya, juga telah menimbulkan persoalan hukum keluarga (waris dan perwalian).
Menghindari globalisasi sebagai proses alami ataupun menghilangkan sama sekali dampak negatif globalisasi itu barangkali tidak mungkin.  Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, kita harus menghadapi globalisasi ini dan menerima segala dampaknya, negatif maupun positif.  Oleh karena itu, tantangan yang kita hadapi sebagai kelompok elit umat Islam adalah kita dapat memanfaatkan semaksimal mungkin dampak positif globalisasi itu dan meminimalkan dampak negatifnya.
  1. Pran Guru dalam menghadapi Era Globalisasi
Tugas dan peran guru dari hari kehari semakin berat seiring dengan  perkembanagn ilmu pengetahuan dan teknologi peran guru sebagai kompunen utama dalam dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengimbangi bahkan melampaui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat pesat.[4]
Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar masih tetap memegang peranan penting. Peranan guru dalam proses tersebut belum dapat digantikan oleh alat-alat elektronik apapun, masih banyak unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut.Tanggung jawab dalam pengajaran lebih menekankan tugas guru dalam merencana-kan dan melaksanakan pengajaran. Dalam tugas ini, guru dituntut memiliki seperangkat pengetahuan dan keteram­pilan teknis mengajar, selain menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkannya. Tanggung jawab dalam memberi bimbingan menekankan pada tugas guru dalam memberi bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek mendidik sebab tidak hanya berkenaan dalam penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai pada siswa.
Temuan Iptek telah menyebarkan hasil yang membawa kemajuan dan dampaknya terasa bagi kehidupan seluruh umat manusia. Semua hasil temuan Iptek disatu sisi harus diakui telah secara nyata mempengaruhi bahkan memperbaiki taraf hidup dan mutu pendidikan. Disisi lain Produk temuan dan kemajuan itu telah mempengaruhi bangunan kebudayaan dan gaya hidup manusia. [5]
Dalam hal peranan guru dituntut untuk selalu menegakkan landasan akhlak al-karimah yang menjadi tiang utama ajaran Agama dalam mengatisipasi hal-hal yang bersifat negatif yang akan berdampak pada perkembangan anak. Prof, Baiauni menyatakan bahwa Iptek terus menerus memerlukan bantuan Agama, bilamana tercipta keserasian anatara ilmu pengetahuan dan Agama. Dalam arti keyakinan beragama  ( Sebagai Hasil Pendidikan Agama ) Iptek memperkuat keyakinan beragama.[6]
Peran guru dalam menyikapi tantangan globalisasi adalah berusaha secara sadar untuk membimbing, mengajar dan melatih siswa agar dapat:
1.      Meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkugan keluarga
2.      Menagkal dan mencegah pengaruh negatif dari kepercayaan paham atau budaya lain yang membahayakan dan menghambat perkembangan pola pikir dan keyakinan siswa
3.      Menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial yang sesuai dengan ajaran islam.
4.      Menjadikan ajaran islam sebagai pedoman hidup mencapai kebahagian hidup didunia dan akhirat
5.      Menyalurkan bakat dan minatnya dalam mendalami bidang agama serta mengembangkannya secara optimal, sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat bagi orang lain.[7]
6.      guru hendaknya memperkenalkan secara transparan contoh positif negative dari pengaruh Iptek kepada anak
7.      guru aktif dalam menajarkan kepada anak secara mendalam menggunakan Iptek
8.      guru selalu mengontrol kepada anak didik dan sekali gus senagai agent of change dalam mengunakan Iptek
Dalam menghadapi era globalisasi sebenarnya dihadapi oleh semua pihak, baik keluarga, pemerintah maupun masyarakat yang terkait langsung ataupun tidak langsung dalam kegiatan pendidikan. Guru disekolah yang terkait langsung dengan pelaksanaan pendidikan islam dituntut untuk mampu menjawab dan menngantisipasi berbagai tantangan tersebut. Dan untuk mengantisipasinya diperlukan adanya Guru disekolah yang mampu menampilkan sosok kualitas personal, sosial, dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.[8]
G.    Konsep Operasional
Sebagai langkah untuk menyelesaikan konsep teori tersebut dalam bentuk penelitian, maka konsep ini perlu dioperasionalkan. Oleh karna itu penulis ingin menjelaskan indikator-indikator sebagai berikut :
  1. Guru sebagai pendidik, sekaligus  pembimbing dan pengajar dituntut untuk selalu memberikan ilmu yang bermanfaat bagi pola pikir anak didik dalam menghadapi kemajaun zaman.
  2. Guru mampu untuk mempilter pengaruh negatif yang datang dari perkembangan Iptek
  3. Guru selaku pendidik hendaknya selalu memberikan nasehat-nasehat kepada siswa agar tidak cepat terpengaruh terhadap berbagai informasi dan komunikasi yang datang dari luar yang akibatnya akan berdampak buruk bagi perkembangan anak didik.
  4. Guru dituntut untuk selalu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, dan menegakkan landasan akhlak al-karimah dalam mengantisipasi hal-hal yang bersifat negatif yang berdampak pada perkembangan anak.
  5. Guru  hendaknya selalu memotivasi kreatipitas anak didik kearah pengembangan Iptek dimana nilai-nilai menjadi sumber acuannya. [9]
H.    Metodologi Penelitian
1.      Lokasi Penelitian
Adapun penulis melakukan penelitian ini bertempat  di SDN 011 Desa Belaras Kec. mandah.

2.      Subjek dan Objek
Dalam penelitian ini yang menjadai subjek adalah Guru PAI di SDN 011 Desa Belaras Kec. mandah.  Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah peranan Guru PAI dalam menghadapi era Globalisasi di SDN 011 Desa Belaras Kec. mandah
3.      Populasi dan Sampel
Sebelum menentukan sampel, maka populasi penelitian harus ditetapkan terlebih dahulu. Menurut Suharsimi Arikunto, populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Menurut Riduwan, ”populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau hasil pengukuhan yang menjadi objek penelitian”.[10] Menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.[11]
Populasi dalam penelitian ini adalah Guru PAI mengigat jumlah yang kurang dari 100 orang, penelitian ini tidak menggunakan sample.
4.      Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data yang diperlukan pada penelitaian ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
a.      Angket  merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Jika wawancara dilakukan dengan komunikasi secara lisan, maka dalam angket komunikasi tersebut dilakukan secara tertulis.[12] Maka angket yaitu Menyebarkan sejumlah pertanyaan yang tertulis kepada responden untuk di isi sesuai dengan alternatif jawaban yang disediakan.
b.      Wawancara Adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan, guna untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan permasalahan.
c.      Teknik Dokumentasi adalah meteri data, mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lengger, agenda dan sebagainya.[13]
Dengan demikian, dokumentasi merupakan kumpulan data atau barang yang mendukung penelitian ini.
5.      Teknik Analisis Data
Setelah semua data terkumpul kemudian diklasipikasikan menjadi dua bagian yaitu : data yang berbentuk kualitatif ( data yang berbentuk kata-kata ) dan kuantitatif ( data yang berbentuk angka-angka ), kemudian data tersebut akan dipersentasikan kembali teknik ini disebut diskriftif kualitatif dengan persentase dan menggunakan rumus :
P =    100 %
Keterangan :              P = Angka persentase
                                          F = Frekuensi
                                          N = Banyak individu[14]
Berdasarkan indikator diatas dapat dilihat bagaimana peranan Guru dalam menghadapi pengaruh negatif dari Era globalisasi di SDN 011 desa Belaras dengan ketentuan Sebagai berikut
Sangat baik               = 81%-100%
Baik                            = 61%-80%
Cukup Baik                = 41%-60%
Kurang Baik               = 21%-40%
Tidak Baik                 = 0 %-20% 















I.        Sistematika Penulisan
BAB I        :  PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah
B.       Alasan Memilih Judul
C.       Pengesahan Istilah
D.       Permasalahan
E.       Tujuan Dan Manfaat Penelitian
F.        Kerangka Teoritis
BAB II       :  TINJAUAN PUSTAKA
BAB III       :  METODE PENELITIAN
A.       Lokasi Penelitian
B.       Objek dan Subjek Penelitian
C.       Pooulasi Dan Sampel
D.       Teknik Pengumpulan Data
E.       Analisis Data
BAB IV     :  PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB V      :  KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
                  DAFTAR PUSTAKA
                  LAMPIRAN



DAFTAR PUSTAKA

Anas Sudijono, (2008), Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada

Arikunto Suharsimi,  (2002 ), Prosedur Penelitian,  Jakarta : Rineka Cipta

Drs. Muhaimin.  ( 2004 ). Paradigma Pendidikan Agama Islam  Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam disekolah. Bandung: PT Remaja Rosdajakarta.

Djumhur dan Moh. Surya, (1975), Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Bandung: CV Ilmu,

Hadirja. ( 1999 ). Wawasan Tugas Tenaga Guru dan Pembinaan Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Friska Agung Insani.  

H. Arief Furchan. ( 2004 ). Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia. Yokyakarta: Gema Media. 

H. Djamaludin,  Abdullah Aly. ( 1999 ). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Bandung: CV Pustaka Setia. 

Kunandar. ( 2007 ). Guru Profesional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Riduwan, (2004). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Penelitian Pemula,  Bandung: Alfabeta,




[1]Muhalmin Paradigma Pendidikan Agama Islam Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam disekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdajakarta 2004), hal.85.

[2]Hadirja, Wawasan Tugas Tenaga Guru dan Pembinaan Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Friska Agung Insani, 1999), hal.27.
[3]H. Arief Furchan, Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia, (Yokyakarta: Gema Media, 2004). Hal. 39.
[4]Kunandar, Guru Profesional, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2007), hal 37.
[5] Muhaimin Loc, Cit _
[6] Muhaimin, Op cit. hal 84-85
[7]Ibit, hal. 83.
[8]Ibit, hal. 92-93.
[9]H. Djamaludin,  Abdullah Aly, Kapita Selekta Pendidikan Islam. (Bandung: CV Pustaka Setia 1999),    hal. 28.
[10]Riduwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Penelitian Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2004), hal. 10.
[11]Ibid., hal. 117.
[12]Djumhur dan Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV Ilmu, 1975), hal. 55.
[13]Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian, (Jakarta : Rineka Cipta, 2002 ), Hal.206
[14] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), hal. 43.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar